ICARE Sulut Perkuat UMKM untuk Kembangkan Produk Kelapa dan Jagung
Minahasa Utara – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Program Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (ICARE) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bagi koperasi binaan ICARE dan pelaku UMKM di Kecamatan Talawaan dan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Kegiatan tersebut berlangsung di Casa Benedetta, Desa Warukapas, Kabupaten Minut, pada Kamis (24/9). Bimtek tersebut bertujuan memperkuat kapasitas UMKM dalam mendukung transfer dan adopsi teknologi pada komoditas kelapa dan jagung.
Kegiatan dibuka oleh Rita Novarianto, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ICARE Sulut. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Jimmy J. J. Sengke, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Minut, serta Anton Muis, dari Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Manado sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Jimmy Sengke menjelaskan bahwa integrasi UMKM dengan koperasi atau kelompok usaha menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pengembangan usaha. Integrasi tersebut dapat mempermudah konsolidasi bahan baku, meningkatkan efisiensi penggunaan peralatan, serta membuka akses terhadap pelatihan dan pembiayaan dari pemerintah.
Selain itu, integrasi kelembagaan dapat memperluas jaringan pemasaran melalui pengelolaan usaha secara kolektif. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat daya saing produk yang dihasilkan.
Bimbingan Teknik (Bimtek) tersebut juga menjadi bagian dari upaya ICARE Sulut dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan pengembangan usaha berbasis komoditas unggulan daerah. Penguatan kapasitas pelaku UMKM dinilai penting agar potensi kelapa dan jagung dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Melalui kegiatan tersebut, koperasi binaan ICARE dan pelaku UMKM di Kecamatan Talawaan dan Kauditan diharapkan mampu mengembangkan berbagai produk unggulan berbasis potensi lokal. Pengembangan tersebut diharapkan berjalan melalui penerapan teknologi, peningkatan kualitas produk, dan penguatan manajemen usaha.
BRMP Sulut terus mendorong sinergi antara koperasi, UMKM, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan agribisnis. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kapasitas dan pemanfaatan teknologi, koperasi serta UMKM binaan ICARE di wilayah Talawaan dan Kauditan diharapkan semakin mandiri dan mampu meningkatkan nilai tambah produk. Pada akhirnya, pengembangan usaha tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan anggota koperasi serta pelaku UMKM.